Diduga Sarat Korupsi! Proyek Dana Desa Rantau Tijang 2023–2024 Disorot, Pemerintah Pekon Bungkam Saat Dikonfirmasi

 

KILAS-INFONEWS.COM/Pringsewu — Dana Desa yang dikucurkan pemerintah pusat melalui rekening desa seharusnya menjadi motor pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, hal berbeda justru tercium di Pekon Rantau Tijang, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, Lampung, setelah muncul dugaan kuat adanya mark up hingga indikasi praktik korupsi dalam realisasi kegiatan fisik Dana Desa tahun anggaran 2023 dan 2024.

Warga setempat wajib mengetahui bahwa pagu anggaran Dana Desa Pekon Rantau Tijang Tahun 2023 mencapai Rp 1.034.803.000. Namun, dari sejumlah kegiatan fisik yang dilaksanakan, terdapat banyak kejanggalan yang dinilai tidak masuk akal dari sisi volume, nilai anggaran, hingga indikasi penggandaan item pekerjaan.

Realisasi Tahun Anggaran 2023: 15 Item, Banyak yang Janggal

Dari 15 kegiatan fisik yang tercantum pada realisasi 2023, sejumlah pekerjaan diduga menjadi “sarang korupsi” oleh oknum pemerintah Pekon. Berikut data yang menjadi sorotan:(Senin,08 Desember 2025.)

1. Talud Penahan Tanah Ds 05 T.85, P 25×2 M — Rp 11.480.000

2. Talud Penahan Tanah Ds 06 T.100, P 32 M — Rp 11.883.000

3. Talud Penahan Tanah Ds 07 T.150, P 65 M — Rp 32.483.000

4. Gorong-Gorong Plat Ds 06 (1 unit) — Rp 6.137.000

5. Irigasi Ds 05 P 50 M — Rp 46.391.000

6. Drainase Ds 05 Tipe 40 P 100 M — Rp 42.233.000

7. Talud Penahan Tanah Ds 06 T.150, P 65 M — Rp 32.649.000

8. Talud Penahan Tanah Ds 05 T.85, P 50 M — Rp 12.885.000

9. Talud Penahan Tanah Ds 07 T.150, P 75 M — Rp 41.918.000

10. Rabat Beton Ds 06 P 94 M L 2 M T 0,15 — Rp 52.226.000

11. Rabat Beton Ds 04 P 84 M L 2,5 M T 0,15 — Rp 45.996.000

12. Rabat Beton Ds 06 P 141 M L 3 M T 0,15 — Rp 66.248.000

13. Rabat Beton Ds 02 P 94 M L 2 M T 0,15 — Rp 52.226.000

14. Rabat Beton Ds 03 P 110 M L 2,5 M T 0,15 — Rp 68.479.000

15. Gorong-Gorong Plat Ds 06 (1 Unit) — Rp 6.137.000

 

Sejumlah warga menilai nilai pekerjaan dan volume yang disajikan tidak sinkron dengan kondisi fisik di lapangan. Bahkan, beberapa pekerjaan talud dan gorong-gorong terindikasi diklaim lebih dari satu kali.

Tahun Anggaran 2024: Anggaran Miliaran, Pola yang Sama Berulang

Pada tahun 2024, pagu Dana Desa meningkat menjadi Rp 1.040.914.000. Namun, indikasi praktik yang sama kembali terulang. Berikut sebagian item yang disorot:

1. Langganan Internet — Rp 15.000.000

2. Pembangunan TPT Ds 04 T 5 & 3,5 P 28 M — Rp 78.339.000

3. Pembangunan TPT Ds 04 T 1,8 P 46 M — Rp 44.875.000

4. Gorong-gorong (1 unit) — Rp 5.950.000

5. Gorong-gorong (1 unit) — Rp 5.950.000

6. Drainase Type 80 P 50 M + pintu air — Rp 45.028.000

7. Pembangunan TPT Ds 06 P 30 M — Rp 14.933.600

8. TPT Type 80 P 141 M — Rp 61.990.000

9. TPT Type 0,9 P 65 M — Rp 29.447.000

10. Gorong-gorong (1 unit) — Rp 5.950.000

11. Gorong-gorong (1 unit) — Rp 5.950.000

12. TPT Ds 04 T 1 P 88 M — Rp 47.977.000

13. Rabat Beton Ds 04 T 0,15 L 2,5 P 225 M — Rp 127.294.000

14. Rabat Beton Ds 07 T 0,12 L 2 P 200 M — Rp 79.779.000

 

Dari pola ini terlihat beberapa item berulang, nilai diduga tidak wajar, dan kualitas fisik di lapangan disebut warga tidak sebanding dengan anggaran yang dipublikasikan.

Tim Media Siap Turun Lapangan

Atas temuan tersebut, tim media bersama warga setempat akan segera melakukan investigasi lapangan, termasuk pengukuran fisik sesuai data realisasi. Warga juga diajak untuk mengetahui dan memahami penggunaan Dana Desa sebagaimana amanat UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Pemerintah Pekon Bungkam saat Dikonfirmasi

Ketika tim media mendatangi kantor Pekon Rantau Tijang untuk meminta klarifikasi:

Kepala Pekon tidak berada di tempat.

Upaya konfirmasi melalui WhatsApp kepada Sekretaris Desa juga tidak mendapat respons.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah Pekon belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kejanggalan anggaran tersebut.

By…Redaksi

Tim media akan terus berupaya mendapatkan keterangan untuk memenuhi asas keberimbangan pemberitaan.

By: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *