Diduga Akibat Lalai Dalam Pengawasan Terhadap Anak Didiknya “Zie” Jatuh Dari Tebing 10 Meter dan Meninggal Dunia

 

Pringsewu (kilasinfonews.com) — Diduga lalai dalam pengawasan terhadap muridnya hingga mengakibatkan seorang pelajar kelas VI SD Negeri 1 Margakarya, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu meninggal dunia.

Meninggalnya Zie yang akrab disapa oleh teman-teman sekolahnya, akibat jatuh dari tebing dengan ketinggian mencapai 10 meter.

Jatuhnya siswi SDN 1 Margakarya ini saat mengikuti kegiatan Pramuka yang dilaksanakan oleh pihak sekolah dalam pencarian tanaman herbal diarea belakang bukit sekolah pada tanggal 22 November 2025.

“Saya kecewa dan saya menilai ada unsur kelalaian guru dalam kasus ini, karena guru bukan hanya mentransformasikan ilmu pengetahuan saja melainkan guru juga harus melakukan pendampingan atau pengawasan terhadap anak didiknya baik itu di dalam sekolah maupun kegiatan di luar sekolah,”ujar ibunda dari Zie oleh teman teman sekolahnya ini.

Zie mengembuskan napas terakhir sekitar 28 jam setelah kejadian, setelah sebelumnya sempat dibawa pulang oleh keluarga karena luka luar yang tampak ringan.

“Menurut penuturan keluarga, terutama sang ibu, informasi awal yang mereka terima mengenai kondisi dan kronologi kejadian dirasa tidak lengkap sehingga menyulitkan pengambilan keputusan medis terbaik.

“Keluarga sangat kecewa terhadap pihak sekolah yang memberikan penjelasan tidak transparan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada hari itu.

“Kegiatan pencarian tanaman herbal tersebut dipimpin oleh guru pembina Pramuka. Berdasarkan keterangan beberapa murid yang ikut serta, para siswa diperbolehkan naik ke area bukit yang memiliki medan curam. Pada saat itu, guru pembina termasuk berada di pos awal, sementara para siswa melakukan pencarian secara mandiri.

Di area tebing dengan pondasi beton di bagian bawah, Zie sapaan akrab siswi SDN 1 Margakarya ini terpeleset dan jatuh hingga mengalami benturan keras.

Meski luka luar terlihat ringan, hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya trauma serius pada organ dalam. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan Aisyah tidak mampu bertahan.

Keluarga berharap kejadian ini dapat menjadi perhatian bersama, khususnya terkait keselamatan dan pengawasan kegiatan luar ruang bagi siswa. Selain itu, keluarga meminta klarifikasi dan evaluasi dari pihak sekolah agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Redaksi:

(Din morok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *