RSUD Pesawaran Perluas Layanan Cuci Darah, Kapasitas Pasien Ditargetkan Terus Bertambah

 

PESAWARAN, KILAS-INFONEWS-COM — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Pesawaran, Nanda Indira, sejumlah pembenahan dilakukan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan pasien, penempatan tenaga kesehatan sesuai kompetensi, hingga pemenuhan sarana dan prasarana medis.Jum’at(16 Oktober 2026)

Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah instalasi hemodialisa (HD) atau cuci darah. Pelayanan ini terus dikembangkan untuk membantu masyarakat, khususnya pasien dengan gangguan fungsi ginjal yang membutuhkan tindakan cuci darah secara berkala.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak RSUD Pesawaran, kondisi ruang pelayanan hemodialisa kini lebih nyaman, bersih, dan tertata. Peningkatan tersebut diharapkan dapat mendukung kenyamanan pasien sekaligus menunjang pelaksanaan pelayanan medis secara optimal.

Dari sisi kapasitas, layanan hemodialisa RSUD Pesawaran yang sebelumnya mampu melayani sembilan pasien, saat ini telah meningkat menjadi 15 pasien. Pihak rumah sakit juga merencanakan peningkatan kapasitas hingga 30 pasien pada bulan berikutnya, sesuai dengan kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan.

Direktur RSUD Pesawaran, dr. Imelda Corolia, M.Kes., menjelaskan bahwa peningkatan pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti arahan Bupati Pesawaran, Nanda Indira, agar rumah sakit daerah terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, pengembangan layanan cuci darah di RSUD Pesawaran diharapkan dapat mendekatkan akses pelayanan kepada warga yang sebelumnya harus menjalani pengobatan ke Bandar Lampung maupun Kabupaten Pringsewu.

Dengan semakin berkembangnya fasilitas tersebut, pasien di Kabupaten Pesawaran diharapkan memperoleh kemudahan akses layanan hemodialisa tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar daerah.

Dalam pelaksanaannya, pelayanan hemodialisa didukung enam orang perawat terlatih dan dua dokter umum bersertifikat, dengan satu dokter spesialis sebagai penanggung jawab pelayanan hemodialisa.

Meski kapasitas pelayanan telah meningkat, kebutuhan masyarakat terhadap layanan cuci darah masih cukup tinggi. Pihak RSUD Pesawaran mencatat terdapat 71 pasien yang masih masuk dalam daftar tunggu pelayanan hemodialisa.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pihak rumah sakit untuk terus mengembangkan fasilitas dan meningkatkan kemampuan pelayanan agar kebutuhan pasien dapat terakomodasi secara bertahap.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, RSUD Pesawaran menargetkan penambahan mesin hemodialisa pada 2027. Jumlah mesin direncanakan mencapai 15 hingga 20 unit, dengan target kemampuan pelayanan sedikitnya 60 pasien.

Pihak rumah sakit juga telah mengajukan kerja sama dengan vendor terkait penambahan peralatan medis. Namun, realisasi pengadaan tersebut tetap bergantung pada proses dan kesiapan yang diperlukan.

Selain pembenahan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan. Saat ini, empat orang perawat tengah menjalani pelatihan khusus penanganan hemodialisa dan diharapkan menyelesaikan pelatihan pada Oktober 2026.

Penguatan sumber daya manusia tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas pelayanan sekaligus menjaga mutu dan keselamatan pasien yang menjalani tindakan cuci darah.

Upaya pengembangan layanan hemodialisa ini menjadi salah satu langkah RSUD Pesawaran dalam memperluas akses kesehatan bagi masyarakat. Ke depan, penambahan fasilitas, kesiapan tenaga medis, serta pemenuhan kebutuhan pasien menjadi faktor penting untuk memastikan peningkatan pelayanan dapat berjalan secara berkelanjutan.

KILAS-INFONEWS-COM.

(Redaksi/Syahruddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *