KILAS-INFONEWS.COM/Pringsewu — Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mustika Bahrum, S.E., M.M., di Pekon Klaten, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, pada Minggu (16/11/2025) berlangsung penuh keakraban dan antusiasme. Pemerintah pekon dan masyarakat hadir memanfaatkan silaturahmi tersebut sebagai kesempatan langsung menyampaikan persoalan dan kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Agenda reses yang dikemas secara sederhana itu dihadiri berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta perangkat pekon. Sejak awal acara, warga tampak bersemangat mengikuti jalannya dialog yang difasilitasi oleh para wakil rakyat dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Anton Subagio, menekankan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, namun momen penting untuk menyalurkan aspirasi. Ia meminta masyarakat Pekon Klaten tidak ragu mengutarakan kebutuhan pembangunan yang selama ini belum terpenuhi.
“Silakan manfaatkan kesempatan ini untuk bertanya dan berdiskusi. Ini ruang terbuka bagi masyarakat guna memperjuangkan kebutuhan pembangunan Pekon Klaten,” kata Anton Subagio.
Sementara itu, Kepala Pekon Klaten, Ngadik, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Mustika Bahrum di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran wakil rakyat sangat berarti di tengah dinamika pembangunan pekon yang membutuhkan dukungan dari berbagai level pemerintahan. Ia menilai reses dapat memperkuat komunikasi antara pemerintah pekon, masyarakat, dan pemangku kebijakan.
“Selamat datang Pak Mustika di Pekon Klaten. Kehadiran Bapak mudah-mudahan membawa manfaat besar bagi kami semua. Saya juga berharap warga berani menyampaikan aspirasi, terutama mengenai pembangunan yang masih sangat dibutuhkan,” ujar Ngadik.
Di hadapan warga, Mustika Bahrum, S.E., M.M., menyatakan rasa syukurnya dapat hadir dan bersilaturahmi langsung dengan masyarakat. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya menjaga kedekatan dengan warga, karena amanah yang ia emban bersumber dari dukungan masyarakat.
“Alhamdulillah, saya tidak pernah membeda-bedakan masyarakat. Saya selalu terbuka untuk menerima masukan dan keluhan. Inilah wujud menjaga hubungan baik dan menjalankan amanah dengan hati,” ungkap Mustika.
Dengan gelar adatnya sebagai Suntan Pengayom Makhga, Mustika menekankan bahwa silaturahmi tidak akan pernah sia-sia, terlebih dalam kondisi anggaran pemerintah yang masih terbatas. Ia menyadari bahwa pekon menghadapi tantangan pembangunan yang tidak selalu dapat ditopang hanya dari Dana Desa.
“Silaturahmi ini membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan segala kebutuhan. Kita semua tahu Dana Desa tidak selalu cukup untuk menopang seluruh pembangunan. Karena itu, diperlukan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak,” tegasnya.
Dalam dialog terbuka tersebut, warga menyampaikan beragam kebutuhan mulai dari infrastruktur jalan, fasilitas umum, hingga penguatan sektor sosial dan pemberdayaan masyarakat. Mustika Bahrum mendengarkan seluruh penyampaian warga dan mencatat poin-poin yang perlu ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Ia menambahkan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan usulan pada pembahasan program pembangunan di tingkat provinsi. Menurutnya, tidak ada aspirasi yang dianggap kecil selama bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
“Saya tidak pernah menutup pintu. Setiap masukan akan kami bawa ke pembahasan, dan mudah-mudahan ada jalan terbaik agar pembangunan di Pekon Klaten dapat terus berjalan,” ujarnya.
Acara reses ditutup dengan sesi foto bersama serta dialog informal antara warga dan para legislator. Masyarakat mengaku puas karena dapat menyampaikan langsung keluhan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak di Pekon Klaten..
Editor:
KILAS-INFONEWS.COM..(REDAKSI)






