Edukasi Hypnobreastfeeding Perkuat Kesiapan Mental Ibu Nifas di Pringsewu

 

KILAS-INFONEWS.COM/Pringsewu-(Jumat, 19 Desember 2025)Pendekatan edukasi kesehatan ibu dan anak berbasis penguatan mental mulai mendapat perhatian serius di Kabupaten Pringsewu. Salah satunya melalui pelaksanaan edukasi hypnobreastfeeding bagi ibu nifas (postpartum) yang digelar oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang di wilayah kerja Puskesmas Pringsewu.

Kegiatan ini merupakan implementasi hasil riset dosen yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam upaya meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Hypnobreastfeeding dipandang sebagai metode edukasi menyusui yang tidak hanya menekankan aspek teknik dan fisiologis, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan emosional ibu.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Yusari Asih, menjelaskan bahwa hypnobreastfeeding menggabungkan edukasi menyusui dengan teknik relaksasi, afirmasi positif, serta penguatan mental ibu. Metode ini membantu ibu lebih tenang, percaya diri, dan mampu mengelola stres yang kerap muncul pada masa nifas.

Banyak ibu sebenarnya mampu menyusui dengan baik, namun terhambat oleh stres, kecemasan, dan rasa tidak percaya diri. Hypnobreastfeeding hadir untuk membantu ibu mengatasi hambatan psikologis tersebut,” ungkap Dr. Yusari Asih.

 

Selama pelaksanaan kegiatan, para ibu nifas mengikuti sesi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta praktik hypnobreastfeeding secara langsung. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam menyampaikan pengalaman, kendala, serta kekhawatiran yang dihadapi selama menyusui, seperti kelelahan, tekanan lingkungan, hingga minimnya dukungan psikologis.

Sejumlah peserta mengaku merasakan perubahan positif setelah mengikuti praktik hypnobreastfeeding. Kondisi tubuh yang lebih rileks, pikiran yang lebih fokus, serta meningkatnya keyakinan diri dalam menyusui menjadi manfaat yang paling dirasakan. Hal ini menguatkan bahwa keberhasilan menyusui sangat dipengaruhi oleh kesiapan mental dan emosional ibu.

Untuk memastikan keberlanjutan program, kader Posyandu dilibatkan secara aktif dalam setiap sesi. Kader dibekali pemahaman dasar mengenai hypnobreastfeeding agar mampu mendampingi ibu nifas di lingkungan masing-masing secara berkelanjutan.

Kepala Puskesmas Pringsewu menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pendekatan hypnobreastfeeding selaras dengan upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama dalam meningkatkan angka keberhasilan ASI eksklusif di wilayah Pringsewu.

Hal senada disampaikan oleh Bidan Koordinator Puskesmas Pringsewu, yang menilai kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi tenaga kesehatan dan kader Posyandu dalam melakukan pendampingan ibu nifas. Ia menilai pendekatan psikologis dalam edukasi menyusui masih perlu terus diperkuat di tingkat layanan dasar.

Sementara itu, Bidan Desa Puskesmas Pringsewu mengungkapkan bahwa pasca kegiatan, ibu-ibu peserta tampak lebih tenang, lebih siap, dan lebih percaya diri dalam proses menyusui bayinya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kelurahan Pringsewu Timur yang berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan direplikasi sebagai bagian dari penguatan program kesehatan ibu dan anak berbasis masyarakat. Kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, pemerintah kelurahan, serta masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan penguatan layanan kesehatan di tingkat akar rumput.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang kembali menegaskan perannya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Pendekatan hypnobreastfeeding diharapkan menjadi salah satu strategi edukasi menyusui yang berkelanjutan dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Pringsewu.

Redaksi:
(Din Morok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *