Jembatan Garuda Tahap VII Mulai Dibangun, Warga Baturaja Segera Nikmati Akses Pertanian Lebih Mudah.

PESAWARAN — KILAS-INFONEWS.COM/Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VII resmi dimulai melalui kegiatan ground breaking yang dilaksanakan di Desa Baturaja, Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur penghubung masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas warga dan aktivitas pertanian di wilayah pedesaan.
Prosesi ground breaking pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VII diawali dengan kegiatan zoom meeting yang dilaksanakan secara serentak dan dipusatkan di Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan pembangunan jembatan perintis yang dilaksanakan secara terpadu.


Jembatan yang dibangun di Desa Baturaja tersebut memiliki panjang sekitar 35 meter. Kehadirannya diproyeksikan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama para petani yang selama ini membutuhkan akses penghubung untuk menuju maupun mengangkut hasil produksi dari lahan pertanian.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, pembangunan jembatan ini akan mendukung akses terhadap sekitar 40 hektare lahan pertanian masyarakat. Dengan adanya jembatan, mobilitas menuju kawasan pertanian diharapkan menjadi lebih mudah, aman, dan efisien.

Dandim 0421/Lampung Selatan yang diwakili Danramil Kedondong, Kapten Inf. Oyong Liza, mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VII merupakan bentuk nyata perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam membuka dan memperkuat akses wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur penghubung seperti jembatan memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat. Tidak hanya sebagai jalur mobilitas warga, jembatan juga dapat memberikan dampak terhadap kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat di sektor pertanian.

“Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan upaya untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan akses serta memperlancar aktivitas sehari-hari, terutama masyarakat yang bergerak di sektor pertanian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, akses jalan dan jembatan yang memadai sangat dibutuhkan masyarakat pedesaan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses produksi hingga distribusi hasil pertanian.


Selama ini, kondisi akses menuju lahan pertanian menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kelancaran aktivitas petani. Dengan dibangunnya Jembatan Perintis Garuda Tahap VII, diharapkan petani dapat lebih mudah membawa sarana produksi maupun hasil panen menuju kawasan permukiman atau titik distribusi.

Selain memberikan manfaat bagi petani, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu memperlancar hubungan antarwilayah dan meningkatkan konektivitas masyarakat Desa Baturaja dengan wilayah di sekitarnya.
Pembangunan infrastruktur tersebut juga diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap perekonomian masyarakat. Akses yang semakin baik dapat membuka peluang bagi peningkatan aktivitas perdagangan, distribusi hasil pertanian, serta kegiatan ekonomi lainnya di tingkat desa.


Pemerintah desa dan masyarakat diharapkan dapat ikut menjaga serta memanfaatkan infrastruktur yang dibangun secara optimal. Pemeliharaan secara bersama-sama menjadi penting agar jembatan dapat digunakan dalam jangka panjang dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya.

Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VII ini, masyarakat Desa Baturaja diharapkan memperoleh akses yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Terlebih, manfaat pembangunan tersebut tidak hanya dirasakan dari sisi mobilitas, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat produktivitas masyarakat di sektor pertanian.


Pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat konektivitas wilayah pedesaan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Ke depan, masyarakat berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana, sehingga jembatan tersebut segera dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas pertanian serta perekonomian masyarakat Desa Baturaja dan sekitar.

(Redaksi/Syahruddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *