PESAWARAN – KILAS-INFONEWS.COM/Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan anak-anak mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Pesawaran yang dipusatkan di MTsN 2 Pesawaran, Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Lima, Rabu (29/7/2026). Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus meriah, menampilkan beragam pertunjukan seni, penyerahan santunan, serta penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak.
Dipercayanya MTsN 2 Pesawaran sebagai tuan rumah menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap peran madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi berprestasi, tetapi juga membangun karakter, akhlak, dan kepedulian sosial.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, S.H., didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, H. Farid Wajedi, S.Ag., M.Kom.I. Turut hadir unsur Forkopimda, Kepala MTsN 2 Pesawaran H. Firmansyah, M.Pd.I., para kepala madrasah dan sekolah, dewan guru, orang tua siswa, serta Forum Anak Kabupaten Pesawaran.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menegaskan bahwa anak merupakan investasi terbesar bagi masa depan daerah dan bangsa. Menurutnya, Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak.
Anak-anak adalah aset berharga bagi masa depan Kabupaten Pesawaran. Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memberikan perlindungan, pemenuhan gizi, pendidikan yang layak, serta ruang bagi anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Antonius.
Ia juga memberikan apresiasi kepada MTsN 2 Pesawaran yang dinilai berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan HAN 2026 dengan baik.
Suasana semakin semarak saat berbagai penampilan seni dan budaya dipersembahkan oleh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Anak-anak PAUD tampil memukau dengan tarian penuh keceriaan menggunakan kostum warna-warni, disusul penampilan inspiratif dari siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi.
Kemudian, siswa-siswi MIN 1 Pesawaran serta MTsN 2 Pesawaran menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional dan modern yang mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan. Kreativitas yang ditampilkan mencerminkan potensi besar generasi muda Pesawaran yang terus berkembang melalui dukungan keluarga, sekolah, dan pemerintah.
Di balik kemeriahan acara, terselip momen penuh haru melalui penyerahan santunan secara simbolis kepada peserta didik SLB serta anak-anak yatim dan piatu. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus pengingat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh perhatian, kasih sayang, pendidikan, dan masa depan yang lebih baik.
Kepala MTsN 2 Pesawaran, H. Firmansyah, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada madrasahnya sebagai tuan rumah peringatan HAN 2026.
“Kami sangat bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan ini. Semoga santunan yang diberikan membawa keberkahan dan menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus semangat belajar serta meraih cita-cita. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Kementerian Agama, dan seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, H. Farid Wajedi, S.Ag., M.Kom.I., menegaskan bahwa madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus.
“Madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter. Kami berharap seluruh elemen masyarakat semakin memperkuat sinergi dalam memenuhi hak-hak anak, memberikan perlindungan, serta menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” tuturnya.
Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 di MTsN 2 Pesawaran berlangsung sukses, tertib, dan penuh makna. Melalui kolaborasi antara pemerintah, Kementerian Agama, dunia pendidikan, keluarga, dan masyarakat, Kabupaten Pesawaran kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah anak sebagai fondasi menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
By….Editor.
(Redaksi/Syahruddin)






