PESAWARAN — KILAS-INFONEWS.COM/Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus melakukan penanganan terhadap kebakaran yang terjadi di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wiyono, Kecamatan Gedong Tataan. Kebakaran yang berlangsung selama beberapa hari tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira Bastian, S.E., M.M.
Bupati Nanda Indira turun langsung meninjau kondisi lokasi kebakaran pada Minggu malam, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 21.40 WIB. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan penanganan kebakaran sekaligus memastikan upaya pemadaman terus berjalan.
Saat berada di lokasi, sejumlah titik api masih terlihat di kawasan TPA. Petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api agar tidak meluas ke area lainnya.
Kebakaran tersebut dilaporkan telah berlangsung sejak Jumat, 27 Agustus 2026. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah daerah karena kebakaran pada tumpukan sampah dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat yang berada di sekitar kawasan TPA.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Nanda meminta seluruh pihak yang terlibat agar memperkuat koordinasi dan mempercepat proses pemadaman. Menurutnya, penanganan harus dilakukan secara maksimal untuk memastikan api dapat dikendalikan dan masyarakat tetap terlindungi.
Kebakaran yang berlangsung hingga berhari-hari ini menjadi perhatian serius bagi kami. Saya meminta seluruh pihak terkait untuk bekerja lebih keras dalam memadamkan api secepat mungkin demi keselamatan dan kesehatan masyarakat sekitar,” ujar Nanda.
Selain fokus terhadap pemadaman, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kemungkinan dampak asap yang ditimbulkan dari kebakaran. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu.
Nanda juga meminta dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pengelolaan TPA. Evaluasi tersebut dinilai penting untuk mengetahui faktor yang menyebabkan terjadinya kebakaran sekaligus menyusun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Selain itu, saya juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan TPA agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Masyarakat juga saya mohon tetap tenang dan mendukung upaya penanganan yang sedang dilakukan,” katanya.
Dalam penanganan di lapangan, unsur Pemerintah Kabupaten Pesawaran dikerahkan secara bersama-sama. Bupati didampingi Asisten II Pemerintah Kabupaten Pesawaran, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Camat Gedong Tataan, serta unsur terkait lainnya.
Penanganan kebakaran TPA memiliki tantangan tersendiri karena titik api dapat berada di bagian dalam tumpukan sampah. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak cukup hanya dilakukan dari permukaan, tetapi membutuhkan penguraian tumpukan agar titik api dapat dijangkau petugas.
Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Pesawaran, Visky Virdous, menyampaikan bahwa penanganan dilakukan dengan mengoperasikan dua unit mobil pemadam kebakaran. Untuk memenuhi kebutuhan air, pihaknya melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, di antaranya PTPN, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta PDAM.
Selain armada pemadam dan dukungan pasokan air, penanganan juga memanfaatkan alat berat berupa ekskavator. Alat tersebut digunakan untuk mengurai dan menggali tumpukan sampah yang terbakar sehingga titik api yang berada di bagian dalam dapat dijangkau dan dilakukan penyiraman secara lebih efektif.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran memastikan proses pemadaman dan pemantauan kondisi TPA terus dilakukan sampai situasi dapat dikendalikan. Koordinasi lintas perangkat daerah dan unsur terkait juga terus diperkuat untuk meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat dan lingkungan.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan pengelolaan TPA secara menyeluruh. Evaluasi tidak hanya diarahkan pada penanganan saat kebakaran terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan agar potensi kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
Bupati Nanda menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam penanganan kebakaran tersebut. Karena itu, seluruh unsur diminta tetap bekerja secara terpadu sampai kondisi benar-benar aman dan terkendali.
Dengan langkah penanganan yang melibatkan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan, Pemkab Pesawaran berharap kebakaran dapat segera dituntaskan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Pesawaran.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta memberikan dukungan terhadap petugas yang tengah melakukan penanganan di lapangan. Informasi perkembangan kondisi di lokasi akan terus dipantau sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan warga dan lingkungan sekitar.
(Redaksi/Syahruddin)






