Saat Program Gizi Masih Tersendat, Swasta Justru Turun Tangan Tangani Stunting di Sukadadi

 

KILAS-INFONEWS.COM/Pesawaran – Di tengah berbagai program penanganan stunting yang terus digaungkan, realitas di lapangan menunjukkan bahwa intervensi nyata masih sangat dibutuhkan. Hal itu terlihat di Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, di mana peran pihak swasta justru hadir lebih cepat menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Sebanyak 50 anak yang terindikasi stunting kini mulai menerima bantuan asupan gizi berupa telur secara rutin. Program ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan dirancang berjalan selama enam bulan sebagai bentuk intervensi berkelanjutan terhadap perbaikan gizi anak.

Kepala Desa Sukadadi, Maryoto, secara terbuka mengapresiasi langkah konkret dari pengusaha swalayan swasta yang dinilai telah memberikan kontribusi langsung di saat kebutuhan masyarakat mendesak.

Bantuan seperti ini yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kita butuh aksi nyata, bukan hanya program di atas kertas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut seakan menjadi refleksi bahwa upaya penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan formal, tetapi harus diiringi dengan langkah konkret yang menyentuh langsung sasaran.

Selama ini, berbagai program penanganan stunting telah diluncurkan di berbagai tingkatan. Namun dalam praktiknya, masih ditemukan keterbatasan dalam hal distribusi, konsistensi, hingga pengawasan di lapangan. Kondisi ini membuka ruang bagi pihak lain untuk ikut berperan aktif.

Penyaluran bantuan yang dilakukan di balai desa tersebut juga diiringi dengan edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak, terutama dalam masa pertumbuhan emas.

Pemerintah Desa Sukadadi menegaskan komitmennya untuk terus berupaya menekan angka stunting melalui berbagai pendekatan, baik dari sisi edukasi, pendampingan, maupun kolaborasi lintas sektor.

Maryoto berharap, ke depan program-program penanganan stunting tidak hanya berhenti pada tataran wacana atau laporan administratif, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Harapan kami, semua pihak bisa lebih serius dan konsisten. Karena yang kita hadapi ini bukan sekadar angka, tapi masa depan anak-anak,” tegasnya.

Langkah yang dilakukan di Desa Sukadadi ini menjadi gambaran bahwa kolaborasi nyata dan keberanian untuk bergerak cepat di lapangan masih menjadi kunci dalam menjawab persoalan stunting secara lebih efektif.

(Red/Din.morok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *