Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Merti Desa dan HUT ke-34 Desa Bogorejo, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Leluhur.

 

KILAS-INFONESW.COM/Pemerintah Desa Bogorejo akan menggelar Pagelaran Wayang Kulit sebagai puncak rangkaian peringatan Merti Desa sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Desa Bogorejo.Kegiatan budaya yang sarat nilai tradisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu Kliwon, 27 Juni 2026, mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Desa Bogorejo.

Pagelaran ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat,keselamatan,hasil pembangunan,serta harapan agar Desa Bogorejo senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan,dan kesejahteraan bagi seluruh warganya.

Dalam pagelaran tersebut akan tampil Ki Gondo Suharno,S.Sn,dalang asal Sewon,Bantul,Daerah Istimewa Yogyakarta,yang akan membawakan lakon “Sesaji Rojosuyo”. Cerita tersebut dipilih karena mengandung pesan moral tentang kepemimpinan,tanggung jawab,pengabdian kepada masyarakat,serta pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Suasana pertunjukan akan semakin semarak dengan iringan Karawitan Sawunggaling yang akan menyajikan alunan gamelan khas Jawa,serta penampilan bintang tamu Fransisca D.
Subroto yang siap menghibur masyarakat.

Kehadiran para seniman tersebut diharapkan mampu memberikan hiburan berkualitas sekaligus menjadi media edukasi budaya bagi generasi muda.

Kepala Desa Bogorejo,
Hermansyah,mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan bersama-sama memeriahkan kegiatan tersebut sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya bangsa.

Merti Desa bukan sekadar tradisi tahunan,tetapi merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat yang telah diberikan.Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat tali silaturahmi,memperkuat persatuan masyarakat,sekaligus melestarikan warisan budaya adiluhung yang menjadi identitas bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya,usia ke-34 Desa Bogorejo menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pembangunan desa sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan utama desa.

Wayang kulit sendiri merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia karena memiliki nilai seni, filosofi, pendidikan, dan spiritual yang sangat tinggi.

Setiap lakon yang dimainkan tidak hanya menyuguhkan hiburan,tetapi juga mengandung pesan moral tentang kejujuran, keberanian, kebijaksanaan, keadilan,serta pengabdian kepada masyarakat.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan budaya modern,penyelenggaraan pagelaran wayang kulit menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Desa Bogorejo dalam menjaga eksistensi budaya lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.

Tradisi seperti Merti Desa juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Panitia pelaksana mengundang seluruh masyarakat Desa Bogorejo maupun warga dari desa-desa sekitar untuk hadir menyaksikan pagelaran wayang kulit yang diperkirakan berlangsung semalam suntuk.

Selain menjadi hiburan rakyat,kegiatan ini diharapkan menjadi ajang mempererat tali persaudaraan,memperkuat semangat gotong royong,dan meningkatkan kecintaan terhadap seni budaya Nusantara.

Melalui semangat kebersamaan dalam peringatan Merti Desa dan HUT ke-34 Desa Bogorejo,diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi membangun desa yang semakin maju,mandiri, berbudaya,serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Dengan demikian,Desa Bogorejo tidak hanya berkembang dalam aspek pembangunan fisik,tetapi juga mampu menjaga kekayaan budaya sebagai identitas dan kebanggaan bersama.

By…Editor..Redaksi
(Din syahruddin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *