KILAS-INFONEWS.COM//Selapan, Lampung – Pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023 dan 2024 di Desa Selapan kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah kegiatan pembangunan fisik maupun nonfisik yang bersumber dari Dana Desa dengan total pagu mencapai lebih dari Rp1,9 miliar dalam dua tahun anggaran tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai perencanaan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Senin(16 Februari 2026)
Berdasarkan data yang dihimpun, Dana Desa Selapan Tahun 2023 memiliki pagu sebesar Rp954.711.000 yang dialokasikan untuk berbagai kegiatan pembangunan dan pelayanan masyarakat. Beberapa kegiatan yang tercatat antara lain pembangunan rabat beton Selapan Tempel sepanjang 200 meter senilai Rp122.553.000.
pembangunan rabat beton Selapan sebesar Rp56.255.000,rabat beton Dusun Sinar Sari sepanjang 150 meter sebesar Rp99.643.000,
pembangunan pos ronda Rp21.870.000.
hingga pembangunan TPT Dusun Cibulok senilai Rp24.714.000.
Selain itu, terdapat pula pengadaan kursi senilai Rp28.000.000.
pembangunan gorong-gorong Cibulok Rp13.732.000.
pengadaan nomor urut rumah Rp26.500.000.
langganan internet kantor Rp12.000.000.
langganan koran sebesar Rp40.000.000.
serta pembangunan rabat beton Usaha Rani senilai Rp88.930.000.
Sementara pada Tahun Anggaran 2024, Desa Selapan menerima Dana Desa dengan pagu sebesar Rp962.020.000.
Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai kegiatan, di antaranya langganan internet kantor Rp12.000.000,
langganan media cetak Rp60.000.000.
program ketahanan pangan Rp69.020.000.
pembelian pipa Rp40.000.000.
pembangunan rabat beton dusun senilai Rp424.717.000.
Pembelian material sabes Rp21.650.000.
sewa alat berat Rp31.200.000.
pengadaan mobiler PAUD dari dana SILPA Rp20.000.000.
Serta pembangunan taman baca sebesar Rp36.000.000.
Besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat melalui Dana Desa tersebut tentunya menuntut adanya keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Warga berharap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun fisik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Masyarakat juga meminta pemerintah desa untuk secara terbuka menyampaikan laporan realisasi kegiatan, termasuk volume pekerjaan, spesifikasi teknis, serta hasil pelaksanaan pembangunan yang telah menggunakan anggaran negara. Langkah tersebut dinilai penting guna menghindari munculnya berbagai spekulasi maupun dugaan yang dapat menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Pengamat pembangunan desa menilai bahwa transparansi merupakan salah satu kunci utama dalam pengelolaan Dana Desa. Setiap kegiatan yang dibiayai oleh anggaran negara harus dapat diakses informasinya oleh masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas publik.
Dengan total Dana Desa yang mencapai hampir Rp2 miliar selama dua tahun anggaran, masyarakat berharap seluruh program yang telah direalisasikan benar-benar memberikan dampak positif terhadap peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, serta kesejahteraan warga Desa Selapan.
Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat berharap pihak terkait dapat terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari Dana Desa agar penggunaannya tetap tepat sasaran, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(Tim Redaksi KILAS-INFONEWS.COM)






